Misteri Bayangan Hitam setelah Ledakkan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki

Jonathan, Jurnalis
Kamis 03 Agustus 2023 06:07 WIB
Bayangan Hitam di Hiroshima dan Nagasaki. (Foto: Universal History Archive)
Share :

BOM Atom yang dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 silam memang membuat banyak orang kehilangan nyawa mereka. Selain itu, bom atom tersebut menimbulkan sebuah misteri besar pada masanya, yakni bayangan hitam manusia di tembok.

Bayangan hitam tersebut ditemukan berserakan di trotoar dan bangunan di Hiroshima dan Nagasaki, dua kota terbesar di Jepang. Bayangan tersebut menjadi sejarah bom atom yang diledakkan di masing-masing kota pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Lantas, bagaimana bayangan-bayangan ini bisa muncul?

Michael Hartshorne, pengawas emeritus Museum Nasional Ilmu Pengetahuan dan Sejarah Nuklir di Albuquerque, New Mexico, dan profesor emeritus radiologi di Fakultas Kedokteran Universitas New Mexico menyebut bahwa bayangan tersebut tercipta karena adanya panas yang kuat.

"Ketika setiap bom meledak, cahaya dan panas yang kuat menyebar dari titik ledakan. Benda-benda dan orang-orang yang berada di jalurnya melindungi benda-benda di belakangnya dengan menyerap cahaya dan energi dan Cahaya di sekitarnya, dan ini memutihkan beton atau batu di sekitar bayangan," jelas dia seperti dilansir Live Science.

Dengan kata lain, bayangan yang tampak menakutkan itu sesungguhnya adalah tampilan manusia yang ada di dekat trotoar atau bangunan, sebelum terjadi ledakan nuklir. Hanya saja, permukaan lainnya diputihkan, sehingga membuat area yang berwarna secara teratur terlihat seperti bayangan gelap.

Energi intens yang dilepaskan selama ledakan atom adalah hasil dari fisi nuklir. Menurut Atomic Heritage Foundation, hal ini terjadi ketika sebuah neutron menabrak inti atom berat, seperti isotop uranium 235 atau plutonium 239. Selama tabrakan, inti elemen akan terpecah, melepaskan sejumlah besar energi. Tabrakan awal memicu reaksi berantai yang terus berlanjut hingga semua materi induk habis.

"Reaksi berantai terjadi dalam pola pertumbuhan eksponensial yang berlangsung selama satu milidetik atau lebih," jelas asisten profesor studi sains dan teknologi di Stevens Institute of Technology di New Jersey, Alex Wellerstein.

"Reaksi ini memecah sekitar satu triliun, triliun atom dalam periode waktu tersebut sebelum reaksi berhenti," tambah dia.

Senjata atom yang digunakan dalam serangan tahun 1945 dipicu oleh uranium 235 dan plutonium 239 dan melepaskan sejumlah besar panas dan radiasi gamma gelombang pendek.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya