Mengenal Sejarah YouTube, Platform Berbagi Video Terbesar di Dunia

Tangguh Yudha, Jurnalis
Rabu 29 Maret 2023 17:00 WIB
Mengenal Sejarah Youtube, Platform Berbagi Video Terbesar di Dunia
Share :

Saat ini, YouTube menjadi platform berbagi video yang sangat populer di seluruh penjuru dunia. Berdasarkan laporan We Are Social dan Hootsuite, ada 2,51 miliar pengguna aktif YouTube per bulan Januari 2023.

Namun, tahukah Anda bahwa sebelum meraih kesuksesan besar, ada banyak kisah berliku yang harus dilalui platform yang bernaung di bawah payung Google tersebut. Nah buat yang penasaran, berikut sejarah YouTube.

Dirangkum dari berbagai sumber, YouTube pertama kali didirikan oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, yang sebelumnya merupakan karyawan pertama PayPal. Situs web ini didirikan pada 14 Februari 2005.

Bertepatan dengan Hari Valentine, Hurley sebagai CEO mendaftarkan merek dagang, logo, dan domain untuk YouTube. Pada waktu itu YouTube diluncurkan ke sebagian kecil pengguna sebagai situs kencan.

YouTube semula membranding diri sebagai situs kencan berbasis video. Dalam upaya menjadikan YouTube populer, para pendiri bahkan harus membayar wanita sekitar USD20 dolar untuk mengupload video kencan.

Namun, karena mereka kesulitan menemukan video kencan yang cukup, akhirnya para pendiri situs web tersebut memutuskan untuk memperbolehkan pengguna YouTube mengupload video apapun.

Salah satu video pertama YouTube yang fenomenal berjudul "Me at the Zoo" yang diunggah pada 23 April 2005. Video ini menampilkan salah satu pendiri YouTube Jawed Karim di Kebun Binatang San Diego.

YouTube lantas semakin dikenal sebagai platform berbagi video yang sangat populer. Kemudian pada November 2005, sebuah iklan Nike yang dibintangi Ronaldinho menjadi video pertama yang mencapai satu juta tayangan.

Pertumbuhan situs ini meroket dan pada bulan Juli 2006, YouTube mengumumkan bahwa ada lebih dari 65.000 video yang diunggah setiap harinya dan mereka telah menerima 100 juta kunjungan video per hari.

Alexa menempatkan YouTube sebagai situs ketiga yang paling banyak dikunjungi di Internet, setelah Google dan Facebook.

Pada bulan Oktober 2006, Google Inc. mengumumkan bahwa mereka telah membeli YouTube dengan nilai USD1,65 miliar dalam bentuk saham. Persetujuan ini dirampungkan pada 13 November 2006.

Bulan Desember 2011, YouTube meluncurkan interface baru. Saluran video ditampilkan di kolom tengah halaman utama, seperti feed di jejaring sosial. Pada saat yang sama, logo YouTube memiliki warna baru yang lebih gelap.

Susan Wojcicki ditunjuk sebagai CEO dari YouTube pada Februari 2014. Pada Januari 2016, YouTube memperluas kantor pusatnya di San Bruno dengan membeli sebuah taman kantor senilai $215 juta.

Di tahun 2017, YouTube mencoba beberapa cara baru untuk mendapat keuntungan selain dari periklanan. Salah satunya dengan meluncurkan YouTube TV, layanan streaming berbayar yang dikemudian hari harganya melonjak naik.

Di tengah kesuksesan YouTube, pada 2018 terjadi penembakan di kantor pusat perusahaan yang melukai tiga orang. Ini dilakukan seorang wanita yang dikatakan telah merencanakan serangannya karena kesal lantaran YouTube menyensor dan mendemonetisasi videonya.

Saat Pandemi Covid-19, ketika sebagian besar masyarakat dunia tinggal di rumah, penggunaan layanan seperti YouTube semakin meningkat tajam. Satu perusahaan data memperkirakan bahwa 15% dari semua lalu lintas internet berasal dari YouTube, dua kali lipat tingkat sebelum pandemi.

Saat ini YouTube telah menjadi rumah banyak sekali konten kreator dari seluruh dunia. Bahkan tidak jarang, banyak milenial yang bercita-cita menjadi YouTuber karena penghasilannya yang memang menggiurkan.

(DRA)

(Andera Wiyakintra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya