Mendengar namanya saja sudah mengerikan, tapi apakah manusia harus takut dengan lebah pembunuh? Sengatan lebah ini benar-benar menyakitkan, berbeda dengan sengatan lebah madu.
Sengat mereka memiliki panjang seperempat inci, bahkan sengat tersebut bahkan bisa menembus peralatan peternak lebah. Tidak seperti lebah madu, mereka dapat menyengat lebih dari satu kali.
Namun, sebagian besar ahli setuju bahwa kita tidak perlu takut dengan lebah pembunuh. Itulah mengapa para ahli lebih sering menyebut spesies ini sebagai "Lebah Raksasa Asia".
Lebah pembunuh ini tidak akan menyerang manusia kecuali mereka merasa terancam. Mereka yang pernah terkena sengatannya, mengatakan bahwa sengatannya benar-benar menyakitkan. Tetapi sengatan lebah ini bisa berakibat fatal kepada orang-orang yang alergi sengatan lebah.
Dilansir dari berbagai sumber, lebah pembunuh bisa tumbuh hingga sekitar 5 cm. Mereka adalah spesies lebah terbesar di dunia. Selain sengatnya yang besar, serangga ini juga bisa menggigit mangsanya.
Nama ilmiah untuk lebah pembunuh/lebah raksasa Asia adalah Vespa mandarinia. Serangga ini biasa ditemukan di benua Asia. Di sana, mereka memiliki habitat dari utara Rusia hingga bagian selatan Thailand.
Jika tidak terlalu bahaya, lantas dari mana nama "lebah pembunuh" berasal? Walaupun serangga ini tampaknya tidak terlalu berbahaya bagi manusia, lain halnya untuk spesies lebah lain. Perilaku agresif lebah pembunuh terhadap lebah madu lah yang membuat lebah ini mendapat julukan menyeramkan tersebut.