Oleh sebab itu, dua anak yang tidur di satu ranjang belum tentu dua-duanya digigit nyamuk. Bisa jadi pada pagi harinya mendapati muka anak yang pertama dipenuhi bekas gigitan nyamuk, sedangkan di wajah anak yang kedua tidak terdapat bekas gigitan nyamuk sama sekali.
Menariknya lagi, nyamuk mempunyai organ yang bisa membius. Seandainya nyamuk membenamkan sungutnya ke kulit orang yang tidur dan orang itu bisa segera merasakan gigitan tersebut, tentu nyamuk langsung dibunuh sebelum sempat mengambil sedikit pun darah dari orang itu.
Faktanya, nyamuk terlebih dahulu menyuntikkan sejenis "obat bius" ke permukaan kulit yang akan digigitnya, kemudian baru ia mengisap darah orang itu. Ketika efek "obat bius" itu hilang, maka orang yang digigit baru akan merasakan gigitan nyamuk.
Nyamuk memiliki sungut yang terdiri atas enam organ yang menyerupai "pisau". Empat "pisau" berfungsi untuk membuat luka-dalam bentuk persegi empat di kulit yang digigit. Luka itu harus dalam sehingga bisa mencapai saluran darah yang digigit.
Adapun dua pisau yang lain berfungsi laksana pipa yang menyedot darah dari tubuh orang yang digigit. Kecepatan kepak sayap nyamuk mencapai 600 kepakan per detik. Oleh sebab itulah, kepakan sayapnya bisa menimbulkan suara dengungan.
Umumnya nyamuk dikenal sebagai serangga pengisap darah dan hidup dari darah yang diisapnya. Namun, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, hanya nyamuk betina yang menghisap darah. Nyamuk mengisap darah bukan untuk dimakan karena makanan nyamuk pada umumnya adalah sari-sari bunga.
Nyamuk betina mengisap darah karena sedang bertelur, dan telur itu membutuhkan protein untuk tumbuh. Inilah satu-satunya yang membedakan nyamuk betina dari nyamuk jantan. Dengan demikian, nyamuk menjaga kelangsungan generasinya dengan cara seperti ini.
Nyamuk dapat menularkan penyakit berbahaya seperti malaria, demam berdarah, demam berdarah dengue (DBD), dan kaki gajah.
Manusia sering meremehkan nyamuk karena tubuhnya yang kecil. Alquran pun mencela manusia atas sikap yang demikian seraya menunjukkan akan bahayanya dan menjadikannya sebagai perumpamaan untuk memberikan peringatan kepada manusia.
Hal itu sudah diberitahu Al-Quran bahkan sebelum bentuk tubuh nyamuk diketahui manusia melalui mikroskop.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)