Misalnya untuk membuat sebuah mainan action figure sederhana berbahan plastik, printer 3D akan memanaskan filamen plastik tipis dan “meremas”nya ke platform lapis demi lapis, perlahan-lahan membentuk mainan secara tiga dimensi dari bawah ke atas.
Untuk memanaskan bahan yang diekstrusi, printer 3D sering menggunakan laser atau perangkat serupa. Printer 3D bahkan dapat membuat objek logam dengan memanaskan debu logam dengan laser.
Jumlah waktu yang diperlukan untuk "mencetak" objek tiga dimensi bisa bervariasi dari beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung seberapa rumit objek tersebut.
Printer 3D menjadi peralatan yang sangat populer di sektor manufaktur, karena bisa membuat sebuah purwarupa yang dapat dicetak secara 3 dimensi dalam waktu singkat dan dengan biaya yang lebih murah, terutama pembuatan purwarupa berbahan kayu atau logam tradisional.
Kemajuan teknologi pencetakan 3D sangat pesat. Printer 3D sudah mulai digunakan beberapa perusahaan konstruksi untuk membangun rumah. NASA bahkan telah mulai menguji printer 3D yang dapat digunakan dalam misi luar angkasa untuk memungkinkan astronot mencetak hal-hal yang mereka butuhkan.
(Andera Wiyakintra)