JAKARTA – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong masyarakat berpikir mencari alternatif kendaraan dengan bahan bakar murah. Alternatif kendaraan dengan bahan bakar yang ramah lingkungan dan murah adalah mobil listrik dan Compressed Natural Gas (CNG).
Kedua bahan bakar ini disebut paling ramah lingkungan dan harganya relatif murah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Bahkan harga bahan bakar ini jauh lebih murah dibanding jenis BBM yang paling murah (Pertalite).
Dibandingkan dengan kedua bahan bakar tersebut, mana yang paling murah? Berikut perbandingan harga kedua bahan bakar tersebut dikutip dari berbagai sumber.
CNG
Perlu diketahui bahwa CNG merupakan bahan bakar gas yang dibuat metana (CH4) yang dipadatkan dan diekstrak dari gas alam. Biaya produksi untuk mengekstrasi gas alam menjadi CNG lebih murah daripada mengekstrasi minyak mentah.
Dan karena CNG berbentuk gas, idak diperlukan penyulingan, sehingga biaya produksinya sekitar 50% lebih rendah daripada bensin atau solar. Berdasarkan pantauan di SPBG Ragunan, Sabtu (21/1/2023) CNG bersubsidi dibandrol seharga Rp4.500 per liter.
Ini merupakan harga terbaru setelah pada bulan Mei tahun 2022 harga CNG mengalami kenaikan. Untuk diketahui, sebelumnya CNG hanya dibandrol seharga Rp3.100 per liter.
Baterai listrik
Tarif pengisian listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tidak kalah murah dengan bahan bakar CNG. Saat ini pengguna kendaraan listrik di Indonesia hanya akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.466 per kWh.