Kenapa Matahari Terlihat Berwarna Kuning?

Andera Wiyakintra, Jurnalis
Kamis 19 Januari 2023 14:00 WIB
Kenapa Matahari Terlihat Berwarna Kuning?
Share :

Hamburan cahaya panjang gelombang pendek oleh molekul-molekul di atmosfer inilah yang memberi warna biru pada langit.
Jika dilihat melalui lapisan atmosfer yang lebih tebal saat matahari terbit dan terbenam, matahari akan tampak lebih jingga atau merah. Jika dilihat melalui lapisan udara tertipis pada tengah hari, matahari akan terlihat paling mendekati warna aslinya, namun masih terlihat berwarna kuning. Asap juga bisa menghamburkan cahaya dan dapat membuat matahari tampak lebih jingga atau merah (kurang biru). 
Jika Anda melihat foto matahari milik NASA, atau foto yang diambil dari teleskop mana pun, Anda biasanya melihat gambar berwarna “palsu”. 
Seringkali warna yang dipilih untuk gambar adalah kuning karena warna tersebut sudah familiar. Terkadang foto yang diambil melalui filter hijau dibiarkan apa adanya karena mata manusia paling sensitif terhadap cahaya berwarna hijau dan dapat membedakan detail dengan mudah.
Jika Anda menggunakan filter kerapatan netral untuk mengamati matahari dari Bumi, baik sebagai filter pelindung teleskop atau untuk mengamati gerhana matahari total, matahari akan tampak berwarna kuning karena Anda mengurangi jumlah cahaya yang sampai ke mata Anda, tetapi tidak mengubah panjang gelombang. 
Namun, jika Anda menggunakan filter yang sama di luar angkasa dan tidak mengoreksi gambar untuk membuatnya "lebih cantik", Anda akan melihat matahari berwarna putih.

Hamburan cahaya panjang gelombang pendek oleh molekul-molekul di atmosfer inilah yang memberi warna biru pada langit.

Jika dilihat melalui lapisan atmosfer yang lebih tebal saat matahari terbit dan terbenam, matahari akan tampak lebih jingga atau merah. Jika dilihat melalui lapisan udara tertipis pada tengah hari, matahari akan terlihat paling mendekati warna aslinya, namun masih terlihat berwarna kuning.

Asap juga bisa menghamburkan cahaya dan dapat membuat matahari tampak lebih jingga atau merah (kurang biru).  Jika Anda melihat foto matahari milik NASA, atau foto yang diambil dari teleskop mana pun, Anda biasanya melihat gambar berwarna “palsu”.

Seringkali warna yang dipilih untuk gambar adalah kuning karena warna tersebut sudah familiar. Terkadang foto yang diambil melalui filter hijau dibiarkan apa adanya karena mata manusia paling sensitif terhadap cahaya berwarna hijau dan dapat membedakan detail dengan mudah.

Jika Anda menggunakan filter kerapatan netral untuk mengamati matahari dari Bumi, baik sebagai filter pelindung teleskop atau untuk mengamati gerhana matahari total, matahari akan tampak berwarna kuning karena Anda mengurangi jumlah cahaya yang sampai ke mata Anda, tetapi tidak mengubah panjang gelombang. 

Namun, jika Anda menggunakan filter yang sama di luar angkasa dan tidak mengoreksi gambar untuk membuatnya "lebih cantik", Anda akan melihat matahari berwarna putih.

(DRA)

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya