Jika Anda seorang penggemar reptil, pasti Anda tahu bahwa bunglon adalah reptil yang dapat mengubah warna kulitnya. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa dan bagaimana bunglon bisa melakukan hal tersebuti?
Bunglon adalah kadal yang merupakan bagian dari famili hewan yang nama ilmiahnya disebut Chamaeleonidae.
Selain kemampuan untuk mengubah warna, bunglon memiliki banyak keunikan yang menjadi ciri khasnya, seperti kaki yang terlihat seperti kaki burung beo, mata yang dapat melihat ke dua arah berbeda sekaligus, serta lidah dan ekor yang panjang.
Bunglon sendiri memiliki banyak warna, seperti biru, merah, kuning, hijau, kuning, hingga merah muda. Bunglon hampir bisa ditemukan di seluruh benua. Ada sekitar 160 spesies bunglon yang berbeda, dan habitatnya cukup bervariasi, dari mulai hutan hujan hingga gurun.
Banyak orang yang percaya, bahwa bunglon mengubah warnanya untuk menyamarkan diri dan bersembunyi dari pemangsa.
Sebenarnya ini sedikit tidak masuk akal, karena bunglon adalah binatang yang bisa bergerak sangat cepat, banyak dari jenis bunglon yang dapat berlari hingga 34 km/jam mil per jam, dengan kemampuan ini tentu saja mereka dapat menghindari sebagian besar pemangsa dengan mudah. Jadi, kamuflase hanyalah alasan sekunder mengapa bunglon mengubah warnanya.
Jadi mengapa mereka mengubah warna kulitnya? Para ilmuwan percaya bahwa bunglon berubah warna untuk mencerminkan suasana hati mereka. Dengan melakukan hal ini, mereka bisa mengirimkan sinyal sosial ke bunglon lain. Misalnya, warna kulit yang lebih gelap cenderung menunjukkan bunglon yang sedang marah. Warna yang lebih terang dapat digunakan untuk menarik pasangan.