Saat mati hal unik pun terjadi, di mana jumlah karbon-14 dalam tubuh akan mulai berkurang, sementara jumlah karbon-12 tidak berubah.
Hal tersebut dapat terjadi karena karbon-14 bersifat tidak stabil sehingga agar dapat menjadi stabil, karbon-14 harus mengalami peluruhan kembali menjadi atom asalnya. Lantas, bagaimana karbon-14 ini dapat meluruh?
Faktanya, semua atom radioaktif di dunia ini memiliki waktu paruh, yaitu waktu yang membutuhkan atom untuk meluruh menjadi setengahnya.
Waktu paruh karbon-14 adalah 5730 tahun sehingga pada 5730 tahun, jumlah total atom karbon-14 dalam suatu spesimen akan berkurang setengahnya dan akan berkurang lagi setengahnya dalam 5730 tahun berikutnya.
Untuk mengukur jumlah kedua karbon suatu spesimen, peneliti menggunakan alat canggih yang disebut spektrometer massa. Dengan menghitung perbandingan rasio kedua karbon sebuah spesimen dan di alam, tambahkan waktu paruh dalam hitungan. Para peneliti juga mencocokan dengan penunjuk waktu alami supaya lebih tepat.
Kendati demikian, sayangnya carboniting hanya bisa digunakan untuk spesimen makhluk hidup yang mati kurang dari 50.000 tahun.
Kemudian, bagaimana menghitung fosil dinosaurus yang umurnya lebih dari 50.000 tahun? Ternyata, para peneliti menggunakan atom lain yang waktu paruhnya lebih lama. Misalnya, potasium argon yang waktu paruhnya sekitar 1,6 miliar tahun.
(Ahmad Muhajir)