JAKARTA - Jika kamu pernah mengunjungi museum, biasanya di sana akan ada penjelasan untuk benda-benda zaman dahulu dan tercantum umurnya.
Namun, pernahkah terlintas dalam benak kalian, bagaimana para peneliti bisa tahu umur dari benda-benda purba? Padahal sudah jelas mereka belum lahir pada saat itu dan tidak ada catatan spesifik mengenai umur benda-benda prasejarah tersebut.
Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Jumat (18/11/2022), ternyata umur benda purba dapat dilakukan secara ilmiah dengan menggunakan teknik penanggalan (dating) yang terbagi menjadi dua, yaitu Relative Dating dan Absolute Dating.
Lewat teknik Relative Dating ini, para peneliti bisa membandingkan aneka periode sejarah.
Misalnya, perbedaan prinsip lapisan pada tanah dengan menggunakan ilmu Geologi (Prinsip Superposisi Geologis), kita dapat memperkirakan umur benda purba berdasarkan letaknya di dalam lapisan tanah.
Sedangkan, Absolute Dating merupakan teknik penanggalan dari hasil penggabungan dari arkeologi dan ilmu kimia sehingga kita bisa mengetahui umur benda purba secara lebih spesifik.
Absolute Dating ini memiliki banyak jenis, tetapi yang paling populer adalah Carbon dating (Radiocarbon).
Kira-kira bagaimana cara kerja Radiocarbon? Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini terdiri dari materi yang luar biasa kecil yang disebut atom. Ada satu jenis atom yang pasti dimiliki oleh semua makhluk hidup, yaitu atom karbon.
Atom karbon terdiri dari nomor atom yang sama disebut dengan isotop. Terdapat dua karbon, yaitu karbon-12 dan karbon-14.
Karbon-12 adalah isotop yang paling sering ditemukan di alam, sedangkan karbon-14 tercipta setiap hari ketika sinar kosmik masuk ke atmosfer Bumi kemudian menerjang unsur atom terbanyak di udara, yaitu nitrogen.
Setiap harinya, kedua karbon ini diserap oleh tumbuhan melalui fotosintesis tumbuhan, kemudian dimakan oleh makhluk hidup lainnya, termasuk manusia.