JAKARTA - Asteroid berukuran hampir dua kali Stadion Gelora Bung Karno (GBK) akan melintas dekat Bumi malam ini, Sabtu (22/10/2022). Berbahayakah?
Peneliti Pusat Sains Antariksa BRIN, Andi Pangerang, mengatakan bahwa asteroid bernama 2022 RB5 ini akan melintas dengan jarak 5 juta kilometer (km) dari Bumi.
Menurut Andi, asteroid tersebut akan melintas dekat Bumi tepatnya pada pukul 16.59 UT atau 23.59 WIB. Asteroid 2022 RB5 memiliki ukuran antara 86-190 meter. Asteroid ini nantinya akan melaju dengan kelajuan 19.152 km/jam.
“Bukan menabrak atau jatuh ke Bumi, asteroid ini hanya akan melintas dekat Bumi. Sehingga tidak membawa dampak mengerikan atau berbahaya bagi Bumi," kata Andi, dikutip dari keterangan resminya.
Andi menghimbau pada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menanggapi berita tersebut.
"Karena jarak terdekat asteroid-Bumi lebih besar dari batas roche Bumi-Matahari, yakni 556.400 km atau 9 kali lebih besar dari batas roche Bumi-Matahari, maka asteroid ini tidak akan jatuh ke Bumi," ujarnya.
Batas roche sendiri, sambung dia, merupakan batas di mana benda langit di sekeliling Bumi dapat mempertahankan bentuknya dari gravitasi Bumi, karena gaya gravitasi Bumi sama dengan gaya pasang surut benda langit.
Asteroid 2022 RB5 baru pertama kali diamati pada 15 September 2022. Benda langit ini memiliki parameter orbit mirip dengan asteroid Apollo, sehingga masuk dalam keluarga asteroid Apollo.
“Proses kalkulasi orbit dilakukan dengan pengamatan terhadap posisi asteroid selama jangka waktu tertentu. Jika data yang dikumpulkan dirasa sudah cukup, maka dapat dilakukan pemodelan orbitnya,” terang Andi.
Keluarga asteroid Apollo adalah sekumpulan asteroid yang mempunyai karakteristik seperti asteroid Apollo. Asteroid Apollo (1862 apollo) adalah asteroid berukuran 1,5 km yang ditemukan oleh Karl Reinmuth di Observatorium Heidelberg, Jerman pada 24 April 1932 (90 tahun silam).
Suatu asteroid dikatakan termasuk keluarga Apollo jika memenuhi dua syarat, yaitu jarak rata-rata asteroid > jarak rata-rata bumi ke matahari (149,5 juta km) dan jarak terpendek asteroid < jarak terjauh bumi ke matahari (152 juta km).
Andi menambahkan bahwa hal ini berdasarkan karakteristik orbit asteroid apollo yang berjarak rata-rata 147 juta km dan jarak terpendeknya 97 juta km.
Berapapun kemiringan dan kelonjongan orbit suatu asteroid, selama memenuhi 2 syarat di atas, sudah termasuk keluarga Apollo.
"Asteroid ini mengorbit Matahari dengan kelonjongan (eksentrisitas) 0,12 dan kemiringan orbit (inklinasi) 6,83 derajat," imbuhnya.
Selain pada 22 Oktober 2022, asteroid ini sebenarnya melintas dekat Bumi dengan periode 11 tahun sekali.
Asteroid ini akan melintas kembali pada pada 14 Mei 2023, 1 April 2024, 15 Oktober 2033, 14 Juni 2034, 28 Maret 2035, 7 Oktober 2044, 24 Maret 2046, 3 Oktober 2055, 26 Maret 2057, 1 Oktober 2066, 29 Maret 2068, dan 30 September 2077.
"Setelahnya, asteroid ini tidak akan melintas dekat Bumi kembali hingga nanti 2167 atau 90 tahun setelahnya," ucap Andi.
Adapun jarak terdekat sejak asteroid 2022 RB5 ditemukan, hanya terjadi pada 2022. Setelahnya, jarak terdekat dengan Bumi kembali terjadi pada 2057 dan 2167.
"Jarak terdekatnya tidak akan pernah dicapai kembali, kecuali pada 2057 dan 2167 dengan jarak terdekatnya dua kali jarak terdekat saat ini, yakni sekitar 10 juta km," tutup dia.
(Ahmad Muhajir)