JAKARTA - Tanaman ajaib yang sempat dinyatakan punah sejak 2.000 tahun lalu berhasil ditemukan di Turki. Ia adalah Sillphion atau Silphium, dahulu kerap digunakan oleh orang Yunani, Mesir, dan Romawi Kuno sebagai obat mujarab.
Para peneliti meyakini, tanaman ajaib Silphium sebagai tumbuhan penyelamat yang selamat dari kepunahaan. Tumbuhan ini digadang-gadang dapat membuka pintu baru bagi obat-obatan yang belum pernah dilihat dalam dua milenium terakhir.
Sejarawan percaya bahwa orang zaman dahulu menggunakan tanaman ajaib ini dengan cara menumbuknya, memanggang, menumis, dan bahkan merebusnya untuk membuat makanan dan bahkan obat-obatan yang dapat membantu luka.
Dilansir dari BGR, Senin (10/10/2022), tanaman itu mungkin juga dimanfaatkan kelopak bunganya yang berwarna emas dan batang tanaman dalam pengobatan.
Tanaman ajaib ini memang sangat dicari. Bahkan banyak yang percaya bahwa Julius Caesar pernah menimbun ribuan kg tanaman di samping persediaan emas Roma, dengan anakan tanaman dihargai dengan harga yang sama dengan perak.
Menurut GreekReporter, dokumentasi silphion terakhir yang diketahui dibuat oleh Pliny the Elder selama abad pertama Masehi. Namun, sejak itu, tanaman ajaib telah menjadi misteri yang sulit dipecahkan, setidaknya sampai sekarang.
Banyak yang mencari tanaman ajaib Silphium sepanjang Abad Pertengahan di tiga benua terpisah. Semua pencarian itu sia-sia dan banyak yang percaya bahwa tanaman ajaib tersebut telah benar-benar punah.
Namun, dengan penemuan baru-baru ini, menjadi sebuah harapan bagi dunia modern. Meskipun tidak jelas juga apakah ini benar-benar tanaman ajaib yang begitu banyak digunakan di zaman kuno atau sebaliknya.
Mahmut Miski, peneliti dari Universitas Instanbul, Ferula Drudeana merupakan tanaman serupa yang ditemukan di Gunung Hasan, ia sulit dipahami. Penemuan itu, berlokasi di lebih dari seribu km dari tempat ia tumbuh bertahun-tahun yang lalu, tetapi memiliki banyak kesamaan.
Baik bunga ini maupun yang digambarkan dalam teks botani yang lebih tua memiliki batang tebal dan akar bercabang yang sama. Juga, kedua tanaman tersebut tampaknya memiliki tujuan pengobatan yang kuat, dengan Ferula Drudeana menawarkan senyawa antikanker seperti yang ditemukan di tanaman ajaib asli.
Lebih jauh, lokasi tanaman itu bertepatan dengan daerah yang dulu disebut rumah oleh orang Yunani kuno. Menemukan kembali tanaman semacam itu terbukti bermanfaat karena beberapa alasan, termasuk mendorong kemajuan obat-obatan pembunuh kanker.
(Ahmad Muhajir)