Dikutip dari Daily Mail, Sabtu (1/10/2022), dijelaskan jika ada banyak anak-anak dan hewan yang dipotong jantungnya pada ritual mengerikan itu.
Penulis studi John Verano, profesor antropologi di Universitas Tulane mengatakan, situs tersebut membuka babak baru tentang praktik pengorbanan anak di zaman kuno.
"Penemuan arkeologi ini mengejutkan kita semua, kita belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, dan tidak ada saran dari sumber-sumber etnosejarah atau catatan sejarah tentang pengorbanan anak atau unta yang dilakukan dalam skala seperti itu di pesisir utara Peru," ungkap John.
John mengaku, dirinya beruntung bisa sepenuhnya menggali situs tersebut, dan memiliki tim lapangan serta laboratorium multidisiplin untuk melakukan penggalian dan analisis material.
Tes anatomi dan genetik, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, mengatakan kalau luka pada anak-anak berdasarkan tulang dada menunjukkan, dada mereka dipotong untuk diambil jantungnya.
Profesor Prieto mengatakan, mengakses jantung dengan pemotongan melintang dari tulang dada adalah teknik yang akrab bagi ahli bedah toraks modern, dan dikenal dengan berbagai nama.
Sebagai informasi, Orang-orang Chimu tinggal di sebidang gurun, dengan lebar 30 hingga 160 km, antara Pasifik dan Andes.
Menurut Britannica, masyarakat Chimu membangun kota dan sistem irigasi besar. Budaya Chimu didominasi oleh pertanian, meskipun mereka juga dikenal karena tekstil, tembikar yang menakjubkan, keramik hitam, dan logam mulia.
Suku Chimu juga diperkirakan bertahan hidup dengan memancing serta memuja Bulan. Mereka dikabarkan percaya Bulan lebih kuat dari Matahari.
(Ahmad Muhajir)