JAKARTA - Jutaan tahun lalu, reptil laut besar berleher panjang hidup di perairan kuno. Monster laut bermuka buaya ini pernah menguasai wilayah perairan yang sekarang menjadi bagian dari Wyoming, Amerika Serikat.
Dilansir dari Live Science, Kamis (29/9/2022), bentuk lehernya yang berliku-liku dan rahangnya yang mirip dengan buaya digunakan untuk memangsa ikan dan makhluk laut kecil yang ada di sekitarnya.
Ahli Paleontologi menemukan fosil monster laut ini pada tahun 1995 selama penggalian di bagian paling atas Pierre Shale yang jarang dieksplorasi, sebuah formasi geologis yang berasal dari periode Kapur Atas (sekitar 101 juta hingga 66 juta tahun yang lalu).
Tidak seperti Plesiosaurus lainnya, hewan ini memiliki karakteristik fisik yang membedakannya dari anggota lain dari kelompok reptil laut yang sudah punah.
Kini, para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi temuan mereka tentang spesies baru itu dalam sebuah penelitan yang diterbitkan secara daring pada 26 September melalui jurnal iScience.
“Plesiosaurus biasanya terdiri dari dua jenis morfologi yang berbeda, memiliki leher panjang seperti ular dengan kepalanya yang kecil, atau leher pendek dan rahang panjang seperti buaya,” kata Walter Scott Persons IV, seorang Ahli Paleontologi dari College of Charleston, South Carolina.
Selain pendapatnya tersebut, Dr. Persons yang juga penulis utama dari studi ini mengatakan, hewan aneh dan unik ini adalah bentuk persilangan antara keduanya.
Para ahli menjuluki hewan satu ini dengan sebutan Serpentisuchops pfisterae, jika diterjemahkan artinya menjadi “buaya berliku.”
Sisa-sisa kerangka makhluk ini berukuran sepanjang 23 kaki atau setara dengan 7 meter, dan telah dipajang di Museum Paleontologi Glenrock dekat Casper, Wyoming, sejak fosilnya digali lebih dari 25 tahun yang lalu.