Adapun tarifnya sendiri mulai dari Rp 10 ribu, relatif murah mengingat lintasan yang dilalui sangat ekstrim. Beberapa jalan bahkan masih belum di aspal, yang jika habis turun hujan, akan sulit sekali dilalui.
Belum lagi ancaman dari kelompok kriminal bersenjata yang masih belum bisa diberangus hingga saat ini. Mungkin ini juga yang membuat belum ada PO swasta yang berani hadir di Papua, karena melihat risikonya yang sngat tinggi.
Sebagai informasi tambahan, Damri sendiri merupakan PO bus yang didirikan pada tahun 1946. Di Indonesia, Damri menyediakan berbagai macam tipe kelas bus, diantaranya, kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, dan royal (kualitas terbaik).
Perusahaan transportasi Damri menjadi pelopor trayek antar negara Tanah Air. PO satu ini membuka trayek dari Pontianak, di Kalimantan Barat menuju daerah Serawak, Malaysia.
Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya minat masyarakat, Damri kemudian membuka trayek antar negara lain, hingga ke daerah Bandar Seri Begawan yang merupakan ibu kota Brunei Darussalam.
(Kurniawati Hasjanah)