17 Juta Data Pelanggan PLN dan 21,7 Ribu Perusahaan Dijual di Darkweb

Ahmad Muhajir, Jurnalis
Jum'at 19 Agustus 2022 11:05 WIB
17 juta data pelanggan PLN dan 21,7 ribu perusahaan dijual di darkweb (Foto: Twitter/@nuicemedia)
Share :

JAKARTA - Jual beli data pengguna kembali dialami Indonesia, kali ini sebuah laporan menunjukkan 17 juta data pelanggan PLN telah dijual di darkweb.

Pantauan Okezone, informasi ini turut diunggah ke Twitter oleh akun @nuicemedia pada hari ini, Jumat (19/8/2022), dan menyatakan terjadi pelanggaran data lagi.

BACA JUGA:Begini Cara Sadap WhatsApp Pacar Tanpa Ketahuan dengan Social Spy WhatsApp

"Oh betapa menyenangkannya melihat pelanggaran data lagi. Itu termasuk PLN, Microsoft, McKinsey, PwC, Huawei, China Railway, Huawei Tech Investment, Prudential, dan lain-lain," tweet @nuicemedia.

Turut diunggah tangkapan layar yang sepertinya berasal dari darkweb penjual data pelanggan. Tampak judul penjualan yang menuliskan bukan hanya 17 juta pelanggan PLN Indonesia yang diobral.

Berdasarkan tangkapan layar, 17 juta data penggan PLN diposting oleh seseorang dengan nickname loliyta. Dia menjabarkan apa saja data yang termuat di dalamnya.

BACA JUGA:4 Cara Cek Kuota Smartfren Lengkap dan Gratis!

"Hai, saya menjual 17 Juta lebih data PLN dengan field ID, Idpel, Nama, Nama Konsumen, Jenis Energi, Kwh, Alamat, No Meter, Unit Upi, Jenis Meter, Nama Unit Upi, Unit Ap, Nama Unit Ap, Unit Up, Nama Unit Up, Pembaruan Terakhir, Created At," tulis loliyta.

Kemudian, penjual data 21,7 ribu perusahaan Indonesia dan asing diunggah oleh pengguna dengan nickname toshikana pada 15 Agustus 2022.

"347GB dokumen rahasia dari 21,7 ribu perusahaan Indonesia + perusahaan asing (cabang)," demikian judul penjualan data di darkweb tersebut.

"Untuk mempermudah, kami memisahkan perusahaan ini menjadi dua kategori folder: besar dan standar. Folder besar berisi perusahaan yang memiliki pendapatan di atas 50 juta dolar, folder standar berisi perusahaan yang memiliki pendapatan di bawah 50 juta dolar. Ada 177 folder perusahaan besar dan 21.540 folder perusahaan standar," kata toshikana.

Ada banyak data-data yang dijual oleh toshikana, detailnya sebagai berikut:

- KTP,

- NPWP direksi dan komisaris,

- NPWP perusahaan,

- KK pemegang saham,

- Beberapa paspor pengurus perusahaan,

- Akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan,

- Surat keterangan pengusaha kena pajak,

- Pendaftaran perusahaan,

- Izin usaha,

- Laporan keuangan,

- Laporan rugi laba,

- Catatan transfer,

- Rekening,

- SPT Tahunan,

- Surat keterangan domisili,

- Rekonsiliasi bank dan banyak lagi.

Sementara itu, daftar perusahaan perusahaan-perusahaan terkenal (cabang Indonesia) yang datanya dijual antara lain:

- Mocrosoft,

- AT&T,

- CSCEC,

- PwC,

- China Railway Group Limited,

- Huawei Tech Inversment,

- Meckinsey,

- Prudential Life Assurance dan banyak lagi.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya