Twitter sedang menuntut Elon Musk karena membatalkan tawaran membeli perusahaan senilai 44 miliar dolar AS. Sidang kasus ini dijadwalkan berlangsung mulai Oktober.
Ketidakpastian ini membuat para pengiklan khawatir dan menimbulkan kekacauan di dalam perusahaan.
Pada kuartal ini, Twitter menyatakan jumlah akun bot dan sampah berada di bawah 5 persen. Angka tersebut mereka sebutkan sejak 2013.
Musk menjadikan jumlah akun bot dan sampah sebagai alasannya mundur dari kesepakatan bisnis tersebut. Bagi Musk, Twitter menyembunyikan jumlah sebenarnya.
(Ahmad Muhajir)