PERTALITE dan Pertamax menjadi bahan bakar yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tak jarang kedua bahan bakar yang memiliki karakteristik berbeda itu dicampur dalam satu tangki.
Lantas, apakah sebenarnya ini aman untuk kendaraan? Untuk mengetahui jawabannya, simak paparan berikut ini, seperti dilansir dari blog Wahana Honda, Kamis (21/7/2022).
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa pertalite dan pertamax memiliki kandungan oktan yang berbeda. Pertalite memiliki kandungan oktan Ron 90, sementara pertamax memiliki oktan lebih tinggi yakni Ron 92.
Pertalite memiliki tambahan zat additive, pertalite bisa digunakan untuk perjalanan dengan jarak yang lebih jauh namun harganya lebih murah. Pertalite cocok untuk kendaraan seperti Vario, Beat, Mio type lama.
Sedangkan pertamax sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi 9,1 - 10,1. Khususnya untuk kendaraan dengan teknologi terkini seperti Electronic Fuel Injection (EFI).
Karena kandungan oktan yang lebih tinggi dibandingkan pertalite, pertamax mampu menerima tekanan lebih besar dengan mesin yang memiliki kompresi lebih tinggi. Pembakaran pertamax pun lebih optimal.
Selain itu, pertamax juga memiliki tambahan zat additive bernama EcoSave. Zat yang bisa mencegah adanya kerak pada di dalam mesin motor, sehingga komponen mesin menjadi lebih awet.
Untuk aman tidaknya mencampur pertalite dengan pertamax, menurut sejumlah ahli teknik mesin dapat menghasilkan efek buruk pada mesin. Pembakaran menjadi tidak berjalan dengan optimal dan semestinya.