Melansir laman Auto2000, kebakaran pada mobil juga disebabkan lantaran menyimpan barang yang mudah terbakar di dalam mobil. Barang-barang seperti bensin, tinner, parfum cair, atau korek api gas rentan terbakar jika disimpan di dalam kabin.
Terlebih jika mobil itu diparkir di ruang terbuka dalam waktu lama. Barang tersebut mengandung bahan aktif yang jika diletakkan di dalam ruang tertutup dengan suhu udara tinggi bisa berpotensi menimbulkan api dan menyebabkan kebakaran.
Selain itu, penyebab kebakaran lainnya yaitu memodifikasi sistem kelistrikan. Sistem kelistrikan yang dimodifikasi secara sembarangan bisa menyebabkan terjadinya korsleting.
Bahkan, bermain handphone saat isi bensin bisa menimbulkan bahaya juga. Hal ini seperti dijelaskan Vice President Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman beberapa waktu lalu.
"Potensi bahaya penggunaan handphone dan alat portable electronic product (PEP) adalah pada saat peralatan tersebut dalam mode aktif," ucap Fajriyah.
"Karena digunakan atau saat ada panggilan masuk, percikan api dari sirkuit batere dengan penutup (casing) yang didesain tidak kedap gas berpotensi menyebabkan percikan api yang berakibat kebakaran saat berada di area Explosive Atmosphere (hazardous zone)1 oleh sebab itu handphone dan PEP dilarang di area dispenser SPBU dan bongkar mobil tangki," sambungnya dikutip dari laman Pertamina.
(Kurniawati Hasjanah)