Dikutip dari laman uniroyal-tyres.com, kendaraan mengalami aquaplaning ketika roda kehilangan traksi dan cengkeramannya di jalan. Hal ini bisa dilihat ketika mesin mulai bekerja, namun speedometer tidak memberikan informasi yang akurat ketika roda bergerak.
Hal ini juga bisa dilihat ketika kendaraan sedang melalui jalan berkelok. Kemudian, ban depan kehilangan traksi, ini dapat menyebabkan kendaraan melayang ke arah luar tikungan. Jika ban belakang mengalami traksi, kendaraan dapat bergerak ke samping dan mengalami selip.
Namun, jika seluruh ban kehilangan traksi, mobil akan meluncur ke arah depan atau lurus. Jika Anda berbelok pada saat itu, mobil akan meluncur ke luar tikungan. Kemudian, ketika ban mendapat traksinya kembali, kendaraan akan mengalami sentakan tiba-tiba ke arah ban depan.
Adapun, dikutip dari laman suzuki.co.id, dalam mobilnya sendiri, mesin mobil akan terdengar lebih keras dari biasanya. Serta, mesin akan menjadi panas karena terkena genangan air yang terlalu banyak, bahkan dapat menimbulkan suara.
Selain itu, kendaraan seolah mengubah kopling pada persneling sendiri, padahal pengemudi tidak melakukannya. Hal ini akan membuat mobil terasa lebih ringan karena tekanan air serta melaju cepat tidak terkendali. Kemudian, pada bagian belakang mobil akan terasa melayang atau fishtailing.
Jika sudah mengalami keadaan aquaplaning, sebaiknya kendaraan diberhentikan sementara hingga berada dalam keadaan yang normal.
(Kurniawati Hasjanah)