"2 catatan kilat-kilat ini, benar-benar luar biasa," kata Randal Cerveny dari Arizona State University, yang juga perwakilan dari World Meteorological Organization.
Cerveny menegaskan, peristiwa luar bisa itu tidak ada kaitannya dengan perubahan iklim. Pendeteksiannya sendiri, ditemukan dan dikonfirmasi berkat teknologi pelacakan satelit model terbaru.
Bagi dia, masing-masing kedua wiliyah yang mengalami fenomena kilat tidak biasa ini dinilai rentan terhadap jenis badai dengan skala besar, sehingga dapat mengalami fenomena kilat yang memecahkan rekor.
(Ahmad Muhajir)