Lingkungan
Tata kelola harus diamanatkan untuk memastikan praktik terbaik yang sadar lingkungan untuk mobil terbang. Misalnya, operasi bertenaga listrik penuh, kebisingan operasional minimum, dan emisi gas rumah kaca minimum.
Logistik dan Keberlanjutan
Mobil terbang akan memerlukan standar hukum yang berkelanjutan untuk pengoperasian, pemeliharaan, kontrol, dan adopsi langkah demi langkah (misalnya, sebagai kendaraan darurat, sebagai mode layanan berbagi tumpangan, dan sebagai kendaraan konsumen).
Keamanan cyber
Mobil terbang memang diciptakan sangat otomatis dan terkomputerisasi serta kemungkinan besar terhubung ke jaringan terenkripsi untuk tujuan navigasi. Maka dari itu perlulah keamanan siber seperti sistem yang mengamanatkan kebijakan untuk melindungi dari kejahatan dunia maya (misalnya, akses jarak jauh yang tidak sah melalui Trojan dan malware, serangan DDoS yang mencegah akses jaringan). Hal ini juga dapat menanggulangi kerusakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan
Masalah Keamanan
Pada mobil terbang akan terdapat berbagai mode safety keselamatan. Setiap mobil terbang yang hadir harus dilengkapi degan sistem otonom baru untuk mengoperasikan, menavigasi, dan mengendalikan mobil terbang dilengkapi dengan redundansi (sistem cadangan), dan memiliki kemampuan "mode aman" (yaitu, "on-the-fly" pengambilan keputusan).
Sistem keselamatan ini akan mendeteksi jika mobil terbang sedang menghadapi situasi yang tidak biasa. Hal itu menganut pada peraturan badan pengatur utama yaitu FAA yang menetapkan standar keselamatan minimum. Kemudian masing-masing Negara akan mengamanatkan pengontrol lalu lintas udara swastanya sendiri.
(Salman Mardira)