“Mulai hari ini, kami menguji coba label-label baru kami untuk memberikan konteks lebih mengenai akun-akun yang kalian ajak interaksi.”
Baca Juga : Twitter Uji Coba Fitur Menyingkirkan Follower Tanpa Perlu Memblokirnya
Menurut Twitter, fitur ini diciptakan untuk membedakan bot yang baik dengan bot yang memiliki tendensi untuk mengirim spam di linimasa. Selain itu, Twitter juga berusaha menekankan transparansi di layanan mereka dengan menampilkan nama bot dan nama pemilik bot di akun-akun terkait sebagai pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban ketika akun bot mereka berulah.
“Contoh akun otomatis yang kini sering dijumpai adalah akun pemberi informasi vaksin dan juga akun tanda bencana alam. Dengan tersematnya label di profil mereka, pengguna akan lebih mudah mencari sumber data yang terpercaya ketika berinteraksi,” tulis Twitter.
Untuk sekarang, Twitter baru memasangkan label-label ini ke beberapa akun bot besar dan resmi, seperti milik media atau pemerintah. Namun, di kemudian hari, Twitter akan menyediakan pilihan bagi para pemilik akun bot yang ingin memasang label sendiri di akun-akun mereka.
(Helmi Ade Saputra)