JAKARTA - Industri esport China diprediksi bakal merosot, menyusul kebijakan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu membatasi waktu bermain game. China membatasi bermain game hanya 3 jam dalam sepekan, untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Sebelumnya, peraturan telah berlaku sejak akhir 2019 dengan waktu pembatasan 1,5 jam pada hari biasa dan tiga jam pada akhir pekan untuk gamer di bawah umur.
“Peraturan baru hampir memperkecil peluang kaum muda untuk menjadi pemain esports profesional,” kata profesor di Sekolah Teknik Elektronik dan Ilmu Komputer Universitas Peking, Chen Jiang, dikutip dari Reuters pada Selasa (7/9/2021) dilansir Antara.
Pihak berwenang China belum membahas dampak signifikan aturan baru pada industri esports, tetapi Chen mengatakan pemerintah memiliki kelonggaran dan memberikan pengecualian kepada beberapa pemain esports muda.
Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Sambut Baik Kerja Sama PT Esports Star Indonesia dengan Garena Indonesia