PRODUSEN mobil sport asal Italia, Lamborghini mengakselerasi komitmennya mendorong penggunaan daya listrik untuk mobil mewahnya usai mengumumkan akan menggunakan 1,5 miliar Euro atau 1,8 miliar Dolar AS mengikuti gerakan global menekan penggunaan bahan bakar fosil.
"Kami ingin memberikan terus kontribusi kami dengan mengurangi dampak buruk pada lingkungan," kata CEO Lamborghini Stephen Winklemann seperti dikutip dari AFP, Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Lamborghini Murcielago SV Gunakan Pelek BMW, Kok Bisa?
Lamborghini pun mengungkap rencana lainnya dengan memulai produksi pertama dari seri hibrid mereka memasuki pasar otomotif pada 2023 dan menargetkan hingga 2024 seluruh mobilnya setidaknya sudah mengadopsi daya menggunakan listrik.
Meski demikian untuk kendaraan yang secara penuh disokong dengan daya listrik belum akan keluar hingga paruh kedua dari dekade ini.
Anak usaha dari Audi itu turut berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon hingga 50 persen sebagai langkah memulai perubahan radikal untuk menjadikan lingkungan lebih baik.
Tren global melakukan konversi dari penggunaan bahan bakar fosil menjadi listrik tentu lebih menantang untuk pembuat mobil sport berkecepatan tinggi dibandingkan dengan pembuat mobil yang diproduksi secara massal.
Baca juga: Lamborghini Huracan Ini Digunakan Antar Mangga ke Pembeli
Ada spekulasi yang menunjukkan bahwa penggemar mobil sport Lamborghini mungkin saja menolak pengalaman menggunakan daya listrik serta terjadi perbedaan torsi jika dibandingkan dengan penggunaan mesin bermotor.
Meski demikian, mengikuti jejak pesaingnya yaitu Ferrari, Lamborghini mulai menjajaki pasar mobil listrik dengan menghadirkan supercar “Sian.