INEOS berencana menguji lebih dari 130 prototipe dengan akumulasi jarak sejauh 1,8 juta kilometer di medan ekstrem di seluruh dunia. Namun hal itu mengalami penundaan pada 2020 sejalan dengan upaya INEOS dalam merevisi jadwal proyek dan waktu produksi Grenadier.
“Mencapai tahap pengembangan yang penting ini adalah sebuah langkah maju ke depan yang besar untuk proyek ini. Kami hanya memiliki satu kesempatan untuk mewujudkannya, sekaligus mencapai target performa dan kualitas Grenadier," kata Dirk Heilmann, CEO INEOS Automotive.
Baca juga: Unik, Mobil SUV G-Class Ini Dibuat dari Balok Es
"Setelah hasil yang sangat positif hari ini, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target dan memulai produksi paling lambat di bulan Juli tahun depan," kata dia.
Berikutnya, Grenadier harus menjalani pengujian cuaca panas di beberapa wilayah terpanas di dunia, termasuk Death Valley di Amerika Serikat dan di padang gurun Timur Tengah.
(Kemas Irawan Nurrachman)