"Biasanya kita mudah menjadi korban saat pelaku melakukan social engineering, seperti mengaku ada 6 digit yang dibutuhkannya masuk ke nomor kita, padahal itu adalah nomor untuk aktivasi WA di ponsel lain," jelas pakar keamanan sekaligus chairman lembaga riset siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Ia menyarankan agar pengguna mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah. "Langkah ini sangat penting untuk mencegah orang mengambil alih WA (WhatsApp) kita," katanya.
Pratama juga menyarankan agar pengguna jangan pernah memberikan 6 digit angka SMS (kode OTP) yang masuk ke ponsel kepada orang lain.
(Ahmad Luthfi)