WhatsApp merupakan aplikasi yang banyak digunakan oleh para pengguna perangkat mobile. Aplikasi ini memungkinkan seseorang berkirim pesan maupun konten gambar atau video kepada sesama pengguna.
Para pengguna WhatsApp diharapkan dapat mengetahui istilah yang seharusnya diketahui semua pengguna WhatsApp, seperti kode OTP (One Time Password) dan bagaimana cara mengakses WhatsApp di ponsel.
Hal ini penting guna mencegah apabila ada orang asing yang mencoba masuk ke akun WhatsApp pengguna. Kode OTP yang bisa dikirimkan oleh WhatsApp via SMS diimbau untuk dijaga dan tidak diberikan kepada siapapun.
Dikhawatirkan apabila kode OTP jatuh ke tangan orang lain yang tidak dikenal, maka dia akan melakukan tindakan kejahatan dengan mengatasnamakan nama pengguna. Misalnya, melakukan penipuan seperti meminjam uang dan sebagainya.
Pengguna perlu mengetahui trik pelaku pembajakan, seperti mengaku-ngaku sebagai orang yang membutuhkan kode OTP, dan ia meminta untuk dikirimkan kode tersebut. Padahal, kode itu ialah kode rahasia yang bisa dipakai untuk mengakses akun WhatsApp pengguna.
Baca juga: 5 Aplikasi Bisa Kembalikan Data yang Terhapus di Android
"Biasanya kita mudah menjadi korban saat pelaku melakukan social engineering, seperti mengaku ada 6 digit yang dibutuhkannya masuk ke nomor kita, padahal itu adalah nomor untuk aktivasi WA di ponsel lain," jelas pakar keamanan sekaligus chairman lembaga riset siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Ia menyarankan agar pengguna mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah. "Langkah ini sangat penting untuk mencegah orang mengambil alih WA (WhatsApp) kita," katanya.
Pratama juga menyarankan agar pengguna jangan pernah memberikan 6 digit angka SMS (kode OTP) yang masuk ke ponsel kepada orang lain.
(Ahmad Luthfi)