PENELITI menemukan kuburan penguin purba di Antartika Selatan. Terlihat bangkai puluhan "mumi" penguin purba itu memenuhi sekitar daratan es yang mencair. Bebatuan di sekitar kuburan itu dipenuhi tulang, kerikil, dan noda guano –tanda koloni penguin adelie– yang baru saja ditinggalkan.
Hal seperti ini biasa terjadi di sekitar Laut Ross Antartika yang merupakan rumah bagi jutaan penguin adelie dan populasi penguin lain yang berkembang pesat. Namun kejadian ini membingungkan ahli biologi Steve Emslie, profesor dari University of North Carolina, Wilmington, ketika berkunjung pada Januari 2016 ke Cape Irizar; ia melihat penguin adelie tidak pernah terlihat di sana selama ratusan tahun.
Baca juga: Satelit Temukan 11 Koloni Penguin Kaisar di Antartika
Tetapi baru-baru ini dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 18 September di Jurnal Geology, Emslie menjelaskan bahwa berdasarkan analisis radiokarbon terhadap tulang, kulit telur, dan sampel kulit bangkai penguin purba yang dikumpulkan diketahui bahwa mereka sebenarnya berusia ratusan hingga ribuan tahun.
Menurut Emslie, situs tersebut telah ditempati oleh koloni penguin berkembang biak setidaknya tiga kali selama 5.000 tahun terakhir.
"Selama bertahun-tahun bekerja di Antartika, saya belum pernah melihat situs seperti ini sebelumnya. Mumi tidak akan bertahan di permukaan di daerah berangin ini kecuali jika mereka baru saja terlihat," kata Emslie, sebagaimana dikutip dari Live Science, Kamis (8/10/2020).