JAKARTA - NASA telah mengumumkan keinginan untuk bermitra dengan perusahaan luar angkasa swasta. Kerjasama itu terkait meluncurkan muatan masa depan ke Bulan.
Ini merupakan evolusi terbaru dari upaya Artmis bulan, NASA mengantisipasi perusahaan pemenang yang akan meluncurkan muatan Bulan barunya pada 2022.
NASA memiliki total 14 mitra Commercial Lunar Payload Services, yang merupakan perusahaan ruang angkasa swasta yang dapat digunakan badan antariksa untuk berbagai misi, dikutip dari Slashgear.
Manfaat dari menggunakan perusahaan swasta adalah bahwa NASA dapat dengan cepat meluncurkan misinya, daripada harus mengembangkan teknologi dan sistem itu sendiri.
NASA cukup membayar perusahaan swasta yang sudah memiliki teknologi yang siap digunakan. Untuk kali ini, NASA mengatakan akan memilih satu mitra CLPS untuk meluncurkan total 10 muatan ke Bulan, yang memiliki berat sekitar 200 lbs dan mencakup berbagai upaya teknologi dan sains.
Baca juga: Guncangan Dahsyat Awali Peristiwa Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains
Dari misi tersebut NASA akan mempelajari lebih lanjut mengenai Bulan, dan membantu mempersiapkan misi bulan berawak di masa depan dan potensi dari tempat tinggal jangka panjang. NASA merinci muatan yang mencakup MAVEN, Eksperimen Penerima GNSS Bulan, RadPC, Karakterisasi Kepatuhan Regolith, dan banyak lagi.
Dengan menyelidiki hal-hal seperti bagaimana debu Bulan menempel pada berbagai jenis material, aliran panas dari interior Bulan, teknologi terkait GPS, medan listrik yang akan berfungsi sebagai 'pelindung debu', dan lainnya.
NASA bakal mengumumkan mitra CLPS yang dipilih untuk peluncuran muatan ini sekitar akhir tahun 2020.
(Ahmad Luthfi)