Terinspirasi Nikola Tesla, Perusahaan Ini Ingin Alirkan Listrik Tanpa Kabel

Farah Azka Gazali, Jurnalis
Selasa 01 September 2020 18:39 WIB
(Foto: Vox)
Share :

JAKARTA - Teknologi berbasis wireless menjadi sesuatu yang cukup berkembang saat ini, utamanya pada perangkat elektronik. Namun jauh sebelum itu, Nikola Tesla telah memikirkan sesuatu yang jauh lebih besar. 130 tahun lalu, sang penemu telah mencoba untuk menghidupkan lampu dari jarak 2 mil menggunakan kumparan Tesla setinggi 140 kaki – tentunya ini tidak menggunakan kabel.

Sayangnya, impian itu belum bisa terwujud pada 1980. Percobaan Nikola Tesla berujung kegagalan dan amarah masyarakat akibat dinamo pembangkit listik warga terbakar. Namun berjarak lebih dari 100 tahun, impian ini belum redup.

Melansir Techspot, salah satu perusahaan startup energi asal Selandia Baru, Emrod, kini tengah melakukan uji penelitian untuk mewujudkannya.

Dilaporkan Singularity Hub, pada awal bulan Agustus lalu, Emrod telah menerima dana – yang tidak disebutkan jumlahnya – dari Powerco untuk melakukan uji penelitian tersebut. Powerco merupakan perusahaan utilitas terbesar kedua di Selandia Baru dan tentu ini cukup membantu untuk mendukung proyek tersebut.

Untuk melakukan uji penelitian, Emrod melibatkan empat buah komponen. Ini termasuk power source, antena transmisi, beberapa relai pemancar, dan rectenaa penerima.

Dari keempat komponen ini, Emrod menerapkan sistem di mana antena akan mengubah listrik menjadi gelombang radio mikro mirip apa yang diciptakan Guglielmo Marconi. Setelah itu, gelombang akan difokuskan dan diubah menjadi sinar silinder untuk dipancarkan pada relai dan mendarat di rectenna sebagai listrik.

Jika berhasil, pacaran ini pada dasarnya tidak akan menyentuh apapun selain udara kosong dan mendarat di rectenna. Ini menggunakan sinar laser untuk mendeteksi penghalang agar tidak saling bersentuhan – ia akan berhenti hingga penghalang pergi. Namun sebagai langkah antisipasi, dalam langkah uji ini, Emrod memutuskan untuk menggunakan daya rendah.

“Bukan hanya seberapa banyak daya yang Anda hasilkan, tetapi seberapa banyak daya yang Anda berikan per meter persegi. Tingkat kepadatan yang kami gunakan relatif rendah. Saat ini, ini setara dengan berdiri di luar pada siang hari di bawah sinar matahari, sekitar 1 kW per meter persegi,” ucap pendiri Emrod, Greg Kushnir dalam sebuah pernyataan dikutip Singularity Hub.

Menariknya, disampaikan Techspot, pihak Emrod mengklaim bahwa sistem transmisi – untuk saat ini diduga – kebal terhadap cuaca buruk dan kondisi atmosfer. Ini tentunya menjadi hal penting mengingat listrik akan dialirkan melalui udara kosong.

Untuk saat ini, belum dapat dipastikan kapan uji penelitian ini akan selesai dilaksanakan. Namun sejauh ini prototipe telah berhasil mengirimkan daya sejauh 130 kaki dengan biaya yang cukup rendah. Namun energi yang ditransmisi masih dalam ukuran watt, sedangkan Powerco – selaku perusahaan yang bekerjasama dengan Emrod – mengharapkan sesuatu yang lebih besar. Setidaknya dalam ukuran kilowatt di masa depan.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

“Kami dapat menggunakan teknologi yang sama persis untuk mengirimkan daya 100 kali lebih banyak pada jarak yang lebih jauh. Sistem nirkabel yang menggunakan teknologi Emrod dapat mengirimkan berapa pun jumlah daya yang dipancarkan oleh solusi kabel saat ini,” ucap Greg Kushnir melalui siaran pers, dikutip Singularity Hub.

Untuk saat ini Emrod belum ingin berpuas diri. Perusahaan itu ingin mencapai wilayah transmisi yang lebih luas. Mungkin tidak sebesar konsep “Sistem Nirkabel Dunia” milik Nikola Tesla, tapi setidaknya mereka akan mencoba untuk memperluas wilayah hingga 30 kilometer. Jarak itu akan setara luas air dari daratan Selandia Baru hingga Pulau Stewart.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya