JAKARTA - Zoom menjadi layanan konferensi video terpopuler saat ini. Di tengah popularitasnya, layanan ini juga mendapat sorotan terkait masalah privasi pengguna.
Dikutip Sindonews, laporan terbaru dari peneliti keamanan Citizen Lab menemukan beberapa panggilan Zoom dialihkan melalui China. Panggilan tersebut dibuat di Amerika Utara namun terlebih dahulu dialihkan melalui China.
Zoom mengakui jika perusahaannya 'keliru' mengalihkan panggilan pengguna ke China. Pihak perusahaan berbasis di California ini membiarkan dua pusat data centernya di China bisa menerima panggilan dari layanan lain walaupun bukan berasal dari wilayah tersebut.
Mereka berdalih pengalihan layanan panggilan ke China itu dilakukan sebagai cadangan jika ada kemacetan dalam jaringan.
CEO Zoom, Eric Yuan mengatakan jika layanan Zoom akan terhubung dengan serangkaian pusat data di dekat wilayah penggunanya. Namun bila ada upaya gagal terhubung, klien akan menjangkau data center sekunder untuk jadi cadangan.