Selama tidur gelombang lambat - jenis tidur non-REM, talamus dan korteks serebral (stasiun relay otak dan bagian terlampir) saling mengaktifkan untuk menjaga keadaan tetap tenang di otak manusia.
"Talamus dan korteks serebral ada dalam gerakan ini, di mana mereka saling mengendalikan, dan ini semacam menghalangi masukan sensorik,” kata Shea.
Namun Shea menunjukkan bahwa hubungan itu tak lagi menghambat semuanya, namun hanya membuat sulit untuk rangsangan melaluinya. “Tapi kenikmatan tidur adalah bahwa hal itu hampir segera reversibel bila ada situasi yang berbahaya," kata Shea.
Jika ada rangsangan yang cukup kuat seperti bau asap, bisa membangunkan manusia. Shea menganggap bahwa jika manusia bersin di tengah malam, itu akan terjadi karena beberapa stimulus eksternal yang biasanya menyebabkan bersin, namun akan membangunkan manusia terlebih dahulu, dan kemudian bersin.
"Bersin adalah aktivitas otot terkoordinasi yang besar, tapi karena penguncian REM yang diinduksi, beberapa otot itu setengah lumpuh dan kemampuan bersin hampir tidak mungkin terjadi,” kata Shea.
(Amril Amarullah (Okezone))