JAKARTA- Misinformasi atau hoaks terkait virus corona (COVID-19) terus beredar luas hingga saat ini. Jumlahnya terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan terdapat 232 hoaks COVID-19 per 16 Maret 2020.
Hoaks tersebut cukup meresahkan, pasalnya menampilkan informasi yang salah dan mampu membuat masyarakat panik. Beberapa hoaks yang beredar diantaranya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah dinyatakan positif virus corona.
Faktanya hasil pemeriksaan belum keluar. Penyebar hoaks telah mengganti judul berita di salah satu media online dengan judul "Hasil Pemeriksaan Presiden Jokowi Positif Virus Corona". Judul asli dari artikel tersebut adalah "Presiden Jokowi Jalani Tes Virus Corona Sore Ini".
Tidak hanya sampai disitu, di media sosial pasca Pemerintah mengimbau untuk bekerja dan belajar dari rumah. Beredar video kemacetan yang disebut terjadi pada jalur menuju kawasan Puncak, Bogor.
Dalam postingan, disebutkan bahwa warga DKI Jakarta diliburkan sementara untuk menghindari interaksi sosial agar dapat mengontrol persebaran COVID-19, namun malah liburan bersama menuju tempat keramaian.
Setelah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa informasi dalam postingan tersebut adalah tidak benar. Hal tersebut dibantah oleh Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Muh Fadli Amri yang mengatakan bahwa video viral di media sosial itu adalah hoaks. Ia juga memastikan tak ada kepadatan arus lalu lintas menuju puncak pada hari Minggu, 15 Maret 2020.
Lebih lanjut, ada juga informasi salah yang menyebutkan bahwa Bali di lock down pada 25 Maret 2020. Memang ada penutupan Banda dan semua aktivitas di Bali, namun kaitannya dengan hari raya Nyepi pada tanggal tersebut. Pemerintah menyebutkan bahwa saat ini belum ada kebijakan lock down, baik secara nasional maupun di daerah.
(Amril Amarullah (Okezone))