JAKARTA- Apple telah menutup seluruh tokonya di Italia, ditengah aturan karantina virus korona (COVID-19) negara tersebut.
Dilansir dari laman Apple Insider, Kamis (12/3/2020) Apple telah menutup seluruh tokonya di Italia mulai hari ini hingga waktu yang masih belum diketahui. Seperti diketahui, pasien virus korona di Italia semakin meningkat. Hingga saat ini sudah ada 12 ribu lebih yang terinfeksi dan 827 pasien meninggal.
Macrumors melaporkan langkah Apple ini sejalan dengan pemberlakuan karantina secara nasional oleh Pemerintah Italia. Karantina di Italia akan berjalan hingga 3 April. Warga di negara itu diperintahkan untuk tinggal di rumah, tetapi hanya dapat pergi untuk pekerjaan yang penting dan dinyatakan sehat.
Masih belum diketahui hingga kapan Apple Store di Italia akan ditutup. Pelanggan Apple yang memiliki masalah perangkat diminta untuk menggunakan layanan dukungan online Apple untuk bantuan saat ini.
"Kami telah mendukung upaya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, prioritas kami tetap pada kesehatan dan keselamatan setiap orang di komunitas yang kami layani. Dengan mengingat hal itu, toko kami di Italia akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kami memahami pelanggan mungkin memerlukan dukungan dari Apple selama masa yang sulit ini dan kami akan memastikan dukungan online dan toko online, tetap terbuka untuk pelanggan," kata Apple.
Pihak Apple menambahkan bahwa akan terus memantau situasi dengan cermat dan berharap untuk membuka kembali seluruh Apple sesegera mungkin. Sebelumnya, Apple juga telah menutup seluruh tokonya di China, dimana tempat penyebaran COVID-19 pertama kali. Toko di China mulai dibuka kembali pada pertengahan Februari 2020.
(Amril Amarullah (Okezone))