Apa Itu Radioaktivitas?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Selasa 18 Februari 2020 09:23 WIB
Ilustrasi (Foto: The University of Manchester)
Share :

JAKARTA- Radioaktivitas merupakan tindakan memancarkan radiasi secara spontan yang dilakukan oleh inti atom. Pemancaran tersebut karena alasan tertentu, baik karena inti atom tidak stabil atau ingin melepaskaan energi untuk beralih menjadi lebih stabil.

Mengutip laporan Advisory Committee on Human Radiation Experiments (ACHRE), Selasa (18/2/2020)  selama paruh abad kedua puluh, banyak fisika modern yang telah dikhususkan untuk mengekplorasi mengapa radioaktivitas terjadi, yang dipahami dengan peluruhan nuklir pada 1960.

Lengkapnya saat terjadi pancaran radiasi, ada terlalu banyak neutron dalam inti atom yang menyebabkannya adanya pemancaran partikel beta negatif, yang mengubah salah satu neutron menjadi proton.

Terlalu banyak proton dalam nukleus memancarkan positron (elektron bermuatan positif), mengubah proton menjadi neutron. Kemudian, terlalu banyak energi menuntun inti untuk memancarkan gammaray, yang membuang energi besar tanpa mengubah partikel apa pun di dalam nukleus. Massa yang terlalu banyak menyebabkan inti untuk memancarkan partikel alfa, membuang empat partikel berat (dua proton dan dua neutron).

Bagaimana radioaktivitas diukur?

Radioaktivitas adalah fenomena fisik, bukan biologis. Secara sederhana, radioaktivitas dapat diukur dengan menghitung berapa banyak atom yang membusuk secara spontan setiap detik.

Ini dapat dilakukan dengan instrumen yang dirancang untuk mendeteksi jenis radiasi tertentu yang dipancarkan dengan setiap "peluruhan" atau disintegrasi.

Jumlah aktual disintegrasi per detik mungkin cukup besar. Para ilmuwan telah menyetujui unit umum untuk digunakan sebagai bentuk steno. Dengan demikian, curie disingkat "Ci" dan dinamai setelah Pierre dan Marie Curie, penemu radium adalah cara singkat menulis "37.000.000.000 disintegrasi per detik," laju disintegrasi yang terjadi dalam 1 gram radium.

Satuan Sistem Pengukuran Internasional (SI) yang lebih modern untuk jenis pengukuran yang sama adalah becquerel disingkat "Bq" dan dinamai Henri Becquerel, penemu radioaktivitas, yang merupakan singkatan dari "1 disintegrasi per detik."

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya