LOS ANGELES - Proses penyelidikan terkait kecelakaan lalu lintas yang menewaskan pengemudi mobil berteknologi otonom pada 2018, menemukan petunjuk baru. Menjelang proses kecelakaan tersebut sang korban, seorang pria 38 tahun, melaporkan adanya kesalahan sistem fitur otonom dalam mobil Tesla Model X.
Sistem kemudi otonom dengan nama Autopilot itu, justru mengarahkan unit mobilnya menuju area berbahaya saat melaju di jalan tol. Sang pengemudi harus membetulkan laju mobilnya, saat seharusnya teknologi kendaraan tersebut bisa melakukan manuver secara otonom.
Melalui rekaman data pada mobil yang dirilis Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB), ditemukan fakta bahwa sang pengemudi mengaktifkan teknologi otonom saat kecelakaan. Hal itu berdasarkan data tidak terdeteksinya tangan sang pengenara pada kemudi mobil selama enam detik terakhir jelang kecelakaan terjadi.
Dalam insiden fatal ini, sistem otonom mobil Tesla Model X dikabarkan gagal beroperasi secara optimal. Pasalnya, berdasarkan temuan di lokasi tidak ditemukan tanda mobil melakukan pengereman, atau usaha untuk menghindari pembatas jalan, sebelum menabrak dengan kecepatan 113 Kpj.