BEIJING - Penanganan wabah virus korona (Coronavirus) mendorong produsen otomotif untuk ikut berkontribusi secara langsung. Sejumlah produsen seperti Honda, Toyota, maupun BMW telah menyampaikan sumbangan menuju yayasan setempat, yang didirikan khusus untuk menanggulangi penyebaran virus tersebut.
Cara lain dilakukan produsen otomotif lokal, dengan memanfaatkan kegiatan manufaktur yang mulai berjalan. Produsen seperti SAIC-Wuling, BYD, dan Shaanxi Automobile Group berencana mengubah lini produksi kendaraan untuk membuat peralatan kesehatan seperti masker dan cairan disinfektan.
SAIC-Wuling, afiliasi usaha produsen General Motors di China, menyebut akan menggunakan 14 lintasan produksi kendaraan yang ada untuk membuat masker pelindung. Total sebanyak 1,7 juta masker ditargetkan dapat diproduksi oleh pabrik milik SAIC-Wuling, dimulai pada awal pekan ini.
Rencana produksi masker pelindung secara massal juga dilakukan oleh BYD, yang sedianya dimulai sebelum 17 Februari mendatang. Produsen mobil listrik dan baterai tersebut, memiliki perkiraan kapasitas produksi sebesar 5 juta unit masker per hari.
Pabrik yang sama akan menyediakan 50 ribu botol cairan disinfektan per hari mulai pekan depan. Penyaluran produk berupa masker serta cairan disinfektan tersebut, akan menyuplai kebutuhan pengemudi transportasi umum, relawan, dan petugas bandara seperti dilansir dari laman Autonews.
Jenis produk berbeda direncanakan dibuat oleh Shaanxi Automobile, yakni kacamata pelindung yang biasa dipakai oleh petugas kesehatan. Kapasitas produksi perangkat itu oleh produsen yang biasa merakit truk dan angkutan barang tersebut mencapai 3.000 unit per hari, dimulai sejak akhir pekan lalu.
Kebijakan prioritas penggunaan masker untuk keperluan Rumah Sakit setempat telah dikeluarkan Pemerintah China, akibat keterbatasan suplainya belakangan ini. Bahkan, pegawai lembaga pemerintahan dilarang memakai masker tipe N-95 yang sangat dibutuhkan oleh petugas kesehatan di negara tersebut.
(Mufrod)