Dikarenakan keselamatan adalah salah satu aspek terpenting pada sebuah kendaraan otonom, Cruise Origin menggunakan rangkaian sensor berlapis yang dirancang untuk melacak banyak orang dan objek. Selain itu, sistem penginderaan ini juga dapat digunakan dalam kondisi gelap gulita dan cuaca buruk seperti hujan ataupun kabut.
Perusahaan Cruise juga mengatakan bahwasannya ketika Origin online di San Francisco, pengguna bisa dapat menghemat USD 5.000 atau setara dengan Rp68 juta setahun dibandingkan dengan memiliki mobil pribadi ataupun menggunakan layanan taksi sekalipun. Selain itu Cruise Origin ini mempunyai daya pakai hingga lebih dari 1,6 juta km.
Cruise belum mengatakan kapan kendaraan besutannya tersebut akan digunakan untuk umum ataupun mengenai tarif perjalanan yang harus dikeluarkan.
(Mufrod)