JAKARTA - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejatinya merupakan teknologi yang digunakan untuk menambah curah hujan pada suatu daerah. Teknologi ini juga mampu digunakan untuk mengurangi intensitas curah hujan.
Untuk menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca, ada dua metode yang dilakukan yakni metode mekanisme proses lompatan (jumping process mechanism) dan mekanisme persaingan (competition mechanism), seperti dikutip dari situs BPPT.
1. Jumping Process Mecanism
Jumping process mechanism dilakukan untuk mempercepat proses hujan sebelum masuk ke suatu daerah. Caranya dengan bantuan radar, awan-awan yang terpantau banyak membawa uap air dari laut dan bergerak menuju satu wilayah serta dinilai berpotensi menjadi hujan di suatu wilayah terlebih dahulu "dicegat" jauh-jauh dari wilayah target.
Dengan menggunakan pesawat, awan-awan tersebut disemai jauh di luar wilayah target dengan harapan mampu mengurangi suplai massa udara basah yang pada akhirnya dapat mengurangi peluang kejadian hujan di wilayah target.
Seperti yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak 3 Januari 2020. BPPT melakukan prediksi dan monitoring-monitoring pertumbuhan dan pergerakan awan.
Semua awan yang bergerak ke Jabodetabek dan diperkirakan akan hujan di Jabodetabek akan disemai dengan pesawat menggunakan bahan semai NaCl. Diharapkan, awan akan jatuh sebelum memasauki Jabodetabek.