JAKARTA - Insentif berupa pemberian bonus akhir tahun kepada karyawan beragam sektor mendorong keinginan untuk melakukan beragam pembelian, termasuk kendaraan bermotor. Periode pengujung tahun juga dipandang menjadi momentum tepat bagi konsumen menempatkan pemesanan mobil baru.
Penyebab utama adalah keharusan bagi jejaring penjualan maupun dealer untuk menghabiskan stok kendaraan yang dimiliki. Terutama dengan kode produksi atau Vehicle Identification Number (VIN) tahun yang bersangkutan.
Biasanya konsumen akan diberikan pilihan dengan iming-iming diskon atau potongan harga cukup besar dari mobil tersebut. Terlebih dengan model atau varian dengan stok unit berlebih atau berada jauh dari target penjualan yang dipasang oleh produsen kepada jejaring rekanannya tersebut.
Pemberian potongan maupun harga khusus juga ditujukan kepada calon konsumen yang memilih melakukan pembelian dengan cara kredit. Hitungan harga khusus tersebut dipasang oleh sejumlah produsen melalui laman resmi masing-masing, yang biasanya sudah termasuk angka DP dan cicilan pertama.
Salah satu produsen yang mengungkapkan strategi akhir tahunnya adalah Daihatsu. Dalam laman resminya, produsen tersebut mencantumkan kemungkinan konsumen memperoleh kendaraan dengan pembayaran pertama sebesar Rp6 juta sampai Rp12 juta selama Desember 2019 untuk model kendaraan penumpangnya.
Cicilan kendaraan seperti Daihatsu Ayla, Sigra, Xenia, dan Terios berada di kisaran Rp2,7 juta sampai Rp5 juta. Walaupun secara khusus harga akhirnya diserahkan kepada masing-masing diler. "Jelasnya ada tiga hal untuk memfasilitasi konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit," ujar Marketing & CR Division Head PT Astra International - Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso.
Kebijakan tersebut ditempuh karena berdasarkan data pembeli Daihatsu dengan metode angsuran menyentuh kisaran 75 persen. "Detailnya mungkin bisa ke diler-diler. Tetapi opsinya paket DP menarik, paket angsuran, hingga tenor lebih lama sampai tujuh tahun selama promo," kata Hendrayadi.
(Mufrod)