JAKARTA - Sepeda motor saat ini menjadi salah satu solusi transportasi menembus kepadatan lalu lintas kota besar. Kebutuhan akan alat transportasi roda dua itu tidak hanya digunakan untuk mengantarkan pengendara dan penumpang untuk mencapai tujuan.
Penggunaan sepeda motor sebagai alat angkut, juga digunakan untuk mengantarkan paket barang beragam jenis. Sayangnya, karena keterbatasan ruang serta rancang fungsi utamanya sebagai angkutan penumpang, pengguna motor kerap memaksakan kapasitas bawaannya.
Contoh cara berkendara yang tidak patut ditiru ini diduga terjadi di daerah Jakarta Barat. Pria pengendara motor ini terlihat mengangkut bawaan berupa batu es dalam bungkus plastik transparan berukuran besar, sehingga memenuhi jok serta pijakan pengendara pada sisi depan.
Karena sisi depan kendaraan yang sesak oleh bawaan barang tersebut, pengendara ini harus duduk dengan posisi agak mundur. Cara duduk pengendara tersebut juga membuatnya sedikit terhalang untuk mengendalikan setang kemudi, karena rentang tangan yang cukup jauh.
Mengantarkan barang menggunakan sepeda motor mungkin dianggap lebih hemat dari segi bahan bakar. Namun, posisi berkendara seperti itu jelas berisiko lebih besar mengalami kecelakaan lalu lintas, yang tidak saja membahayakan pengendara serta pengguna jalan lain.
Fokus lain yang menjadi perhatian pengguna internet saat melihat tayangan pada akun media sosial jktinfo ini, terletak pada barang bawaannya. Bungkusan plastik berukuran besar berisi es batu tentu memberi sensasi dingin kepada pengemudi yang mengangkutnya.
Komentar datang dari pengguna media sosial menyuarakan rasa penasaran terhadap suhu dingin yang ditanggung pengendara, selain upaya mengendalikan motor. "Auto dingin sepanjang jalan," ujar salah satu netizen melalui komentarnya.
(Mufrod)