JAKARTA - Rencana penghentian bisnis yang telah diumumkan General Motors induk dari merek dagang Chevrolet di Indonesia, menambah daftar panjang merek otomotif yang hengkang dari Indonesia.
Ketatnya persaingan diantara merek mobil di pasar otomotif nasional secara langsung membuat beberapa produsen yang tidak memiliki fasilitas pabrik di Indonesia harus menelan pil pahit menghentikan bisnisnya di Indonesia.
General Motors Indonesia sendiri memutuskan untuk menutup pabriknya pada 2015 lalu, dengan produksi terakhir berupa Chevrolet Spin. Menariknya tidak semua produsen harus mengakhiri bisnis mereka di Indonesia karena keterbatasan fasilitas produksi. Produsen seperti Subaru justru harus mengakhiri kiprahnya karena masalah regulasi.
Infiniti
Lini kendaraan premium di bawah bendera Nissan, Infiniti, resmi mengakhiri kegiatan penjualannya pada Maret 2018 lalu. Indikasi penghentian penjualan itu muncul ketika diler utama Infiniti di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan tidak lagi memajang kendaraan asal Jepang tersebut.
Infiniti sendiri memilih untuk mendatangkan unit sedan dan SUV mewah dari fasilitas produksi di Jepang dan China, ketimbang membuat pabrik perakitan di Indonesia. Hal tersebut membuat harga kendaraan tersebut sulit bersaing sehingga gagal menarik minat konsumen.