Hujan buatan tambah Hammam, tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat hujan, karena teknologi ini berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan.
Yaitu, dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.
“Tentunya ini juga tidak lepas dari ketergantungan terhadap ketersediaan yang diberikan oleh alam. Artinya jika awannya banyak, kita juga akan dapat menginkubasi lebih banyak dan otomatis akan menghasilkan hujan yang lebih banyak juga, begitupun sebaliknya,” jelas Hammam.
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) imbuhnya, dapat diterapkan guna menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara. “Melalui modifikasi cuaca, hujan yg turun diharapkan mampu mereduksi polutan yg terjebak di udara,” ujarnya.