Puncak Hujan Meteor Lyrid Terlihat pada 22 atau 23 April

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Selasa 23 April 2019 13:52 WIB
(Foto: Fox News)
Share :

JAKARTA - Fenomena hujan meteor akan terjadi di Bumi. Kali ini adalah hujan meteor Lyrid yang akan menghujani Bumi pada malam hari.

Dilansir dari Gizmodo, Selasa (23/4/2019), kabarnya akan sulit untuk melihat hujan meteor ini. Pasalnya meteor akan jatuh sekira 18 meteor per jam, angka ini cukup sedikit.

Selain itu, terjadinya bulan purnama pada 19 April 2019 juga mampu mengganggu pemandangan hujan meteor.

Hujan meteor Lyrid berasal dari komet C / 1861 G1 (Thatcher), yang mengorbit Matahari setiap 415 tahun. Komet tersebut kabarnya pernah melewati Bumi pada 1861.

 

Hujan meteor terjadi saat Bumi memasuki awan, partikel debu yang memasuki atmosfer menciptakan garis-garis cerah. Sementara itu nama Lyrid berasal dari rasi bintang Lyra dari mana meteor-meteor itu dulu berasal.

Sekarang rasi bintang memiliki batas standar pancaran sinar matahari, sebenarnya berada di konstelasi Hercules.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya