Astronom Deteksi Cincin Debu di Jantung Tata Surya

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Jum'at 15 Maret 2019 10:01 WIB
(Foto: Mary Pat Hrybyk-Keith/NASA)
Share :

Howard menjelaskan, "Di sekeliling Matahari, terlepas dari posisi pesawat ruang angkasa, kita bisa melihat peningkatan lima persen yang sama dalam kecerahan debu, atau kepadatan. Itu mengatakan sesuatu ada di sana, dan itu adalah sesuatu yang meluas di sekeliling Matahari".

Hasilnya telah mendorong pemahaman peneliti ke 'tepi jurang'. Karena jika Merkurius benar-benar mengarungi debu kosmik, maka bahan ini harus bisa lebih dekat ke Matahari daripada yang pernah peneliti bayangkan.

Ini, pada gilirannya, memberi para ilmuwan petunjuk penting tentang komposisi dan asal-usul debu itu sendiri.

Awan debu yang mengorbit dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi sejak Tata Surya pertama kali terbentuk.

Faktanya, para ilmuwan berpikir bahwa semua planet, termasuk Bumi, berawal sebagai butiran debu belaka sebelum mereka ditarik bersama oleh gravitasi dan gaya lainnya.

"Untuk memodelkan dan secara akurat membaca cincin debu di sekitar bintang-bintang lain, pertama-tama kita harus memahami fisika debu di halaman belakang kita sendiri," kata Kuchner.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya