JAKARTA- Baru-baru ini CEO Huawei, Richard Yu mengungkapkan jika pihaknya sudah mempersiapkan senjata rahasia jika Amerika membatasi bisnisnya. Seperti diketahui, belum lama ini Huawei telah melayangkan gugatannya terkait pembatasan di Amerika.
Pembatasan itu membuat rakasaa teknologi asal China tersbebut kesulitan menyediakan teknologi 5G untuk konsumen di Amerika. Belum lagi Huawei juga tidak bisa bekerja sama dengan beberapa perusahaan Amerika, seperti Google, Microsoft dan Qualcomm.
“Huawei tidak akan menimbulkan ancaman karena peralatan jaringannya tidak akan memiliki pintu belakang. Standar keamanan yang diadopsi oleh perusahaan sangat tinggi baik dari segi perangkat lunak dan desain perangkat keras,” ungkap Yu, seperti dilansir dari laman Android Pit, Senin (13/3/2019).
Terlebih tentang dikeluarkannya Huawei dari kontrak pembangunan infrastruktur 5G, Yu mengungkapkan jika itu merupakan murni politis. Menurutnya, tidak ada alasan teknis untuk mengecualikan pabrikan China itu.
"Kami tidak dapat menjual ponsel cerdas kami di AS, itu konsekuensinya. Tetapi ini tidak berdampak pada bisnis ponsel cerdas kami di seluruh dunia. Pangsa pasar kami berkembang pesat. Perangkat lunak Android pada perangkat kami bahkan berasal dari Google, sebuah perusahaan Amerika. Kami bekerja dengan banyak perusahaan AS, termasuk Qualcomm dan Microsoft," jelas Yu.