JAKARTA- Diabetes merupakan salah satu faktor resiko terkuat untuk penyakit jantung. Sayangnya, 1 dari 3 orang yang terkena diabetes masih belum tahu jika dirinya mengidam penyakit.
Penelitian baru-baru ini pun mengembangkan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk mendeteksi diabetes. Aplikasi ini mengukur detak jantung melalui kamera internal ponsel dapat membantu mendeteksi diabetes dan mendorong pengujian lebih lanjut oleh penyedia layanan kesehatan.
Dilansir dari laman Science Daily, Jumat (8/3/3019) para peneliti di University of California, San Francisco, menguji apakah diabetes dapat dideteksi menggunakan kamera smartphone dan sinyal photoplethysmography (PPG), yang dapat menangkap perubahan vaskular berdasarkan perubahan aliran darah.
"Ini adalah pengukuran yang sudah siap diperoleh dari smartphone dan perangkat yang dapat dipakai untuk melacak detak jantung," kata Robert Avram, MD, rekan pasca doktoral di UCSF Medical Center dan penulis utama studi tersebut.
Baca Juga: Pertama Kali, Dua Astronot Wanita NASA Lakukan Spacewalk
Dia menambahkan, "Kami telah menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran mendalam dan kamera smartphone saja, kami juga dapat mendeteksi perubahan vaskular yang terkait dengan diabetes dan dengan diskriminasi yang masuk akal."
Dia mengatakan variasi dalam volume darah yang terjadi dengan setiap detak jantung dapat ditangkap dengan menyinari senter smartphone di ujung jari. Dengan setiap kontraksi jantung, tekanan darah meningkat di pembuluh menyebabkan mereka mengembang, yang kemudian meningkatkan jumlah cahaya yang dipantulkan oleh kulit ke sensor optik kamera ponsel.
Input ini kemudian dapat dikonversi ke bentuk gelombang yang mewakili perubahan volumetrik dari volume darah dalam pembuluh. Saat ini alat skrining yang tersedia, seperti hemoglobin terglikasi atau glukosa plasma puasa, memerlukan pengambilan darah dan kunjungan langsung ke klinik.
Tetapi banyak orang Amerika yang tidak memiliki akses mudah ke dokter, tidak pergi atau tidak mampu. Selain itu, jutaan orang yang hidup dengan diabetes tidak terdiagnosis, membuat mereka rentan terhadap hasil yang memburuk dan kondisi kesehatan lainnya, seperti serangan jantung, gagal jantung dan stroke.