Ilmuwan Pelopor Istilah 'Pemanasan Global' Tutup Usia

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 19 Februari 2019 19:06 WIB
(Foto: KOAA)
Share :

“Kita hidup dalam sistem iklim yang dapat berpindah secara tiba-tiba dari suatu keadaan ke keadaan lainnya,” kata Broecker kepada Associated Press pada 1997. Dengan membuang sejumlah besar gas rumah kaca ke atmosfer seperti karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil, “kita sedang melakukan percobaan yang dapat memiliki efek yang menghancurkan”.

“Kita bermain dengan binatang buas yang sedang marah – sistem iklim yang telah terbukti sangat sensitif,” katanya.

Broecker menerima Medali Sains Nasional pada 1996. Dia juga anggota Akademi Sains Nasional. Dia juga menjabat sebagai koordinator penelitian untuk Biosfer 2, sebuah lingkungan hidup eksperimental yang berubah menjadi lab penelitian.

Broecker lahir di Chicago pada 1931 dan dibesarkan di pinggiran Kota Oak Park.

Dia bergabung dengan fakultas Columbia pada 1959, menghabiskan sebagian besar waktunya di laboratorium universitas di Palisades, New York. Broecker dikenal di kalangan sains sebagai “Bapak Ilmu Iklim” dan “Dekan Ilmuwan Iklim”.

“Penemuannya sangat mendasar untuk menafsirkan sejarah iklim bumi,” kata Oppenheimer.

“Tidak ada ilmuwan yang selalu dengan semangat mendorong keterlibatan kecuali dia: dia adalah seorang penghasut dalam arti yang baik, bersedia untuk menekan ide-ide yang tidak populer seperti menyebarkan zat pencemar ke arah atas untuk mengimbangi perubahan iklim. Tapi itu selalu merupakan percakapan dua arah, tidak pernah membosankan, selalu mendidik. Saya akan merindukannya,” kata Oppenheimer.

 

Baca juga: Fenomena Supermoon, Malam Ini Bulan Terlihat 14% Lebih Besar

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya