"Kemudian ketika dipantau pada 25 Desember 2018 hanya tinggal tersisa 5.056 pelanggan aktif yang kuota datanya melebihi nilai Rp100 ribu. Kondisi itu menunjukkan adanya penurunan signifikan, sehingga hari ini merupakan saat yang tepat untuk mengakhiri penggunaan spektrum frekuensi 2,3 GHz untuk meminimalisir dampak kerugian bagi pelanggan kedua operator," ungkap Ismail.
Baca juga: Nasib Bolt Ditentukan Siang Ini, Bakal Ditutup Februari 2019?
Selain itu untuk nasib pelanggan, Kominfo juga akan menegaskan akan mengimbau kedua operator untuk memperhatikan hak-hak pelanggan dengan menyediakan gerai-gerai klaim selama maksimal satu bulan atau Januari 2019.
"Terhadap proses pengembalian pulsa dan hak-hak pelanggan ini, Kominfo/BRTI akan terus memonitor proses," kata Ismail.